Menjadi Pemenang Sejati Setelah Ramadhan

(Artikel untuk INSANI ketika saya duduk di jajaran redaksi)

Ramadhan telah berlalu dan sekarang kita melangkah di bulan Syawal. Kata orang, bulan Syawal adalah bulan kemenangan. Ya, kemenangan setelah selama sebulan penuh kita menjalani pelatihan fisik dan mental serta “berperang” melawan hawa nafsu dengan berpuasa. Dan hadiah kemenangan itu adalah pengampunan dosa.

Tapi…benarkah kita telah memenangkan “peperangan” itu? Dan apakah kita termasuk orang – orang yang berhak mendapatkan hadiah istimewa berupa pengampunan dosa? Yakin? Sebenarnya apa sih hakikat kemenangan itu?

Kita bisa dikatakan menjadi pemenang jika kita telah menjalani puasa dan ibadah lain selama Ramadhan lalu dengan penuh keimanan dan keikhlasan mengharap ridha ALLAH semata seperti sabda Rasulullah (yang artinya): “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan keikhlasan mengharap ridha ALLAH akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu. Siapa saja yang melakukan qiyam al – lail (shalat tarawih) pada malam Lailatul Qadar karena keimanan dan keikhlasan mengharap ridha ALLAH akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim, Abu Dawud, at – Tirmidzi dan Ahmad). Hayoo…, puasa dan ibadah kita selama Ramadhan lalu sudah ikhlas karena ALLAH belum ya?

Selain itu, sang pemenang adalah orang – orang yang menunaikan yang wajib, memperbanyak amalan yang sunnah, meninggalkan yang haram, menjauhi yang makruh, dan mempersedikit yang mubah untuk mengejar yang wajib dan sunah, serta menjalani semua itu dengan keimanan dan keikhlasan. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah (yang artinya): “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, mengetahui ketentuan – ketentuannya, dan menjaga apa saja yang harus ia jaga di dalam Ramadhan, akan dihapuskan dosa – dosanya yang telah lalu.” (HR. Ahmad). Jadi, ga asal puasa, tapi juga harus memahami hakikat puasa itu sendiri. (Eh, puasa kita bulan lalu sudah sesuai ketentuan belum ya?)

Sekarang Ramadhan telah berlalu, dan kita ga akan pernah bisa mengulangnya. Itu artinya, kita ga bisa memperbaiki kesalahan – kesalahan kita kecuali jika tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan mubarak itu lagi. Dan sembari menunggu bulan istimewa itu datang kembali, kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena mungkin saja kita sudah tak punya kesempatan bertemu Ramadhan lagi.

Hakikatnya, Ramadhan adalah bulan pelatihan. Selama sebulan penuh kita dilatih berbuat baik, taat pada aturan ALLAH. Sebagaimana layaknya orang yang mengikuti sebuah training, maka tentu saja ia hanya dapat dikatakan berhasil mengikuti training tersebut jika seusai training, dia bisa menjadi pribadi yang lebih baik, mengamalkan apa yang telah ia peroleh selama training. Begitu pula dengan Ramadhan kita. Kita hanya bisa dikatakan berhasil jika setelah keluar dari Ramadhan, kita menjadi pribadi baru yang lebih baik, yang lebih shalih, dan lebih tangguh menghadapi kehidupan ini untuk mencapai kesuksesan sejati berupa kebahagiaan di akhirat.

Jadi, meskipun Ramadhan Mubarak telah berakhir, kebiasaan baik kita selama Ramadhan ga boleh ikutan berakhir. Yang selama Ramadhan biasa bangun malam, lanjutkan kebiasaan itu setelah Syawal. Yang biasa tilawah 1 juz per hari, jangan berhenti setelah Syawal. Juga, yang biasa mengkaji ilmu – ilmu Islam lewat kuliah Shubuh, lanjutkan aktivitas itu setelah Syawal. Yang terbiasa menutup aurat selama Ramadhan, jangan dibuka lagi setelah Ramadhan usai.

Kemenangan atas Ramadhan bukan ditunjukkan dengan pakaian baru apalagi pesta ketupat. Kemenangan sejati adalah jika kita berhasil memperbaiki kualitas diri selama Ramadhan dan mempertahankannya setelah Ramadhan berlalu. Kualitas diri yang dimaksud adalah kadar keimanan serta tingkat ketertundukan kita pada Sang Mudabbir.

So, berhasilkah Ramadhan kita tahun ini? Buktikan dengan peningkatan kualitas diri setelah Ramadhan!

Wednesday, October 18, 2006

(26 Ramadhan 1427 H)

09.03 p.m.

Haafizhah Kurniasih

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s