Sekilas tentang Suspensi

Suspensi merupakan suatu sediaan cair yang berisi sedikitnya satu bahan aktif padatan yang tidak larut dalam pembawanya tetapi terdispersi di dalamnya. British Pharmacopeia mendefinisikan suspense farmasetik sebagai sediaan cair oral satu atau lebih zat aktif yang terdispersi pada suatu pembawa yang cocok. Zat padat terdispersi tersebut dapat memisah secara perlahan – lahan namun dapat segera terdispersi kembali dengan mudah. Berbeda dengan larutan yang semua zat aktifnya terlarut, suspensi cenderung membentuk endapan sehingga diperlukan penggojogan sebelum digunakan.

Dalam suspensi, terdapat dua fase yaitu fase internal (fase terdispersi) serta fase eksternal (medium disperse). Fase internal terdiri atas partikel padatan yang tidak larut dengan range ukuran tertentu (untuk menjamin homogenitasnya) yang terdispersi dalam fase eksternal dengan bantuan suatu suspending agent tertentu (tunggal maupun kombinasi). Sedangkan fase eksternal pada umumnya merupakan fase air tetapi dapat juga berupa fase organic atau cairan berminyak untuk pemakaina non oral.

Suspensi dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kriteria tertentu. Berdasarkan tempat aplikasinya, suspensi digolongkan menjadi suspensi oral, suspensi eksternal, dan suspensi parenteral. Berdasarkan proporsi fase internalnya, suspensi digolongkan ke dalam dilute suspension (2 – 10% w/v) dan concentrated suspension (50% w/v). Berdasarkan sifat elektrokinetik fase internalnya digolongkan menjadi suspensi terflokulasi dan suspensi terdeflokulasi. Sedangkan berdasarkan ukuran fase internalnya digolongkan menjadi suspensi koloidal (1mikron), serta nano suspension (10nano).

Suatu sediaan dibuat dalam sediaan suspensi dengan mempertimbangan kelebihan suspensi, yaitu:
• Suspensi dapat meningkatkan stabilitas kimia senyawa tertentu seperti Procain dan Penisilin G
• Mempunyai bioavailabilitas yang relatif lebih tinggi daripada sediaan padat (urutan bioavailabilitas dari yang tertinggi: larutan > suspensi > kapsul > tablet > tablet salut)
• Onset dan durasi dapat dikendalikan (misalnya suspensi protamin – zink insulin)
• Dapat menutupi rasa dan bau yang tidak diinginkan (dibandingkan dengan larutan). Misalnya pada suspensi kloramfenikol
Karena kelebihannya tersebut, suspensi sangat cocok untuk memformulasikan pada oabat – obat yang praktis tidak larut atau sangat sedikit larut seperti prednisolon, untuk mencegah degrasi obat dan meningkatkan stabilitas obat – obat seperti Oxytetracycline, atau untuk menutupi rasa pahit dari oabat – obat seperti kloramfenikol palmitat.

Namun, suspensi juga memiiki kekurangan, yaitu:
• Bermasalah pada aspek stabilitas fisik
• Relatif repot dalam handling dan transport
• Relatif sulit untuk diformulasikan
• Sulit diperoleh dosis yang homogeny yang akurat kecuali jika suspensi dibuat dalam suatu dosis tunggal
• Memerlukan penggojogan sebelum pamakaian
• Memerlukan kondisi penyimpanan khusus karena dapat mempengaruhi keadaan fase disperse
Suspensi dapat digunakan untuk pemakian oral (exp. Chloramphenicol palmitate suspension), topical (exp. Calamine lotion, FYI: salah satu nama dagangnya adalah Caladine Lotion), parenteral (untuk mengontrol kecepatan absorbsi), penyiapan vaksin atau imunisasi (exp. Vaksin kolera), dll.

Suatu suspensi, idealnya memiliki sifat – sifat seperti berikut:
• Fase dispers tidak cepat membentuk endapan yang padat dan kalau pun terbentuk endapan harus dapat disuspensikan kembali dengan panggojogan ringan
• Mudah dituang, tidak encer dan tidak “berpasir” (no grittiness)
• Memiliki rasa dan bau yang menyenangkan
• Stabil secara mikrobiologis, fisik, maupun kimia
• Khusus untk suspensi parenteral/ophthalmic harus steril
• Khusus untuk suspensi parenteral, ukuran partikelnya harus lebih kecil daripada luabang jarum suntik
Untuk dapat memperoleh suspensi yang ideal (terutama dalam stabilitas fisiknya), hukum Stoke’s dapat dijadikan acuan. Menurut stoke’s kecepatan pengendapan berbanding lurus dengan kuadrat diameter partikel (partikel diasumsikan berbentuk bulat sempurna), perbedaan densitas antara fase internal dan eksternal, serta gravitasi tetapi berbanding terbalik dengan viskositas suspensi secara keseluruhan. Berdasarkan hukum Stoke’s tersbut, untuk mendapatkan suspensi yang lambat mengendap, maka kita dapat memperkecil diameter partikel fase internal, memilih fase eksternal yang memiliki perbedaan densitas cukup besar dengan fase internal (zat aktifnya), atau memperbesar viskositas suspensi akhir.

Pengecilan ukuran partikel dapat dilakukan dengan memotong – motong padatan (zat aktif) menggunakan blender, mortar dan stamfer atau alat lain yang sesuai. Idealnya, ukuran fase internal adalah sama (aau setidaknya memiliki range yang relatif sempit) untuk menjamin homogenitas, dan memberikan penampilan suspensi yang baik serta tidak “berpasir” (no grittiness). Viskositas akhir suatu emulsi dapat dilakukan dengan memilih suspending agent yang mempunyai viskositas tinggi.

Suspensi dapat dibuat dengan cara presipitasi atau dengan cara dispersi. Cara Presipitasi menekankan pada pengendapan kembali zat aktif yang sebelumnya dilarutkan pada suatu solven tertentu. Pengendapan kembali ini dapat dilakukan dengan “permainan” pH (misalnya golongan sulfa larut dalam suasana basa tetapi mengendap pada suasana asam), pendesakan oleh “pelarut” lainnya, atau perubahan temperature. Sedangkan cara disperse menekankan pada pencampuran semua komponen tanpa melalui tahap pelarutan dan pengendapan kembali.

Suspensi yang dibuat dengan cara presipitasi umumnya menghasilkan ukuran fase internal ynag ebih kecil daripada suspensi yang dibuat dengan cara disperse hal ini karena pada cara presipitasi zat aktif (fase internal) telah terlarut terlebih dahulu sedagkan pada cara disperse tidak melalui tahap pelarutan.

Kontrol Kualitas Sediaan Suspensi:
• Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel
• Homogenitas
• Viskositas
• pH
• Disolusi
• Efektivitas pengawet
• Kecepatan pengendapan
• Kemudahan penuangan
• Redispersibilitas
• Sterilitas (untuk suspensi tertentu yang harus steril)
• Penampilan
• Rasa
• Stabilitas (mikrobiologis, kimia, fisik)

Yogyakarta, 28 Muharram 1432 H
Monday, January 3, 2011
11.04 a.m.

Haafizhah Kurniasih

Maaf kalo berantakan karena ini hanyalah bagian dari proses belajar saya menghadapi UAS. Jadi, tulisan ini sifatnya hanya merupakan ringkasan materi kuliah Teknologi & Formulasi Sediaan Cair dan Semi Padat dari Pak Teuku Nanda Saifullah Sulaiman dan dipadaukan dengan beberapa buku yang saya baca (Introduction to Pharmaceutical Dosage Form karya Howard C. Ansel dan Compounding and Dispensing karta Marriot et al.).

2 thoughts on “Sekilas tentang Suspensi

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s