Jangan Pacaran Sembarangan!

Judul di atas jangan diartikan “Boleh Pacaran Asal Tidak Sembarangan!” lho ya…
Kali saya hanya ingin bercerita tentang kejadian yang berlangsung di depan mata saya. Kejadian yang menurut saya menggelikan sekaligus memprihatinkan. Karena ini hanya cerita, maka jangan protes ya kalau isinya ngalor ngidul ga karuan…

Begini ceritanya…
Suatu sore saat kelaparan melanda (ciee…) dan penasaran banget dengan salah satu menu makanan di sebuah warung makan yang sering diiklankan di radio, saya putuskan untuk mengakhiri rasa penasaran tersebut. Melaju-lah saya ke sebuah warung makan yang terletak sekitar 3km dari kos. Meski sempat kebablasan tapi ketemu juga tu warung. Sesampainya di sana, ternyata cuma ada dua orang konsumen yang sedang menunggu pesanan. Dua orang tersebut rupanya sepasang kekasih alias orang pacaran. Saya pun memilih tempat duduk di tengah (bukan di tengah orang pacaran itu lho…), tepat di sebelah meja mereka. Segeralah saya memesan menu yang membuat pesaran itu: YAMIEN (kayak nama teman ayah saya. Hehe…).

Awalnya semua berjalan biasa saja sebagaimana umumnya suasana di warung makan pada waktu bukan jam makan. Sepi. Sambil makan, sesekali saya melirik meja sebelah. Asli, ga ada maksud untuk ngintip aktivitas mereka! Cuma ya… Masa’ iya saya serius amat cuma mandangin makanan?! Ga betah lah saya makan full konsentrasi mantengin makanan aja! Aktivitas mereka ya… sebagaimana orang pacaran pada umumnya lah…

Sampai tiba – tiba datang sesosok ibu yang ternyata ibunya si laki – laki (yang pacaran itu). Ibu itu menyeret anaknya pergi meninggalkan pacarnya. Si anak memberontak, tetapi apa daya… Dari pada bikin rebut dan memancing perhatian orang, si anak pun menuruti kemauan si ibu meninggalkan pacarnya sendirian di warung makan.

Jujur, saya pengen ketawa menyaksikan peristiwa itu tapi juga sedih plus ga tega… kenapa saya pengen ketawa, saya kalian tahu alasannya. Ga tega karena pasti si perempuan yang ditinggal pacarnya gara – gara si pacar diseret ibunya itu pasti malu banget. Ga kebayang deh kalau saya yang mengalami itu, muka saya mau ditaruh di mana… (Na’udzubullaah…). Sedih karena itulah gambaran remaja muslim saat ini. Gambaran saudara – saudara kita. Saudara – saudara kita yang mungkin belum tersentuh oleh da’wah.

Masya ALLAH…
Mereka adalah saudara – saudara kita yang menjadi korban atas kekalahan kita dalam perang pemikiran dan kebudayaan dengan kaum kafir (Barat khusus) hingga mereka tak lagi mengenal pemikiran Islam secara sempurna.islam yang mereka kenal hanyalah sebatas Islam yang mengatur shalat, puasa, zakat, dan haji saja. Mereka tak tahu bahwa Islam juga mengatur bagaimana seharusnya mereka bergaul.

Mereka adalah korban dari opini umum yang terlanjur terbentuk di tengah masyarakat bahwa pacaran adalah hal yang lumrah, hal yang biasa. Bahkan mungkin mereka menganggap apcaran itu halal dan sesuai dengan ajaran Islam. Buktinya mereka tidak malu tuh pacaran di tempat umum.

Astaghfirullaah…
Yaa… Ghaffar..
Ampuni kami atas ketidak-optimalan da’wah kami hingga masih banyak saudara – saudara kami yang belum tersentuh oleh da’wah…

Dan untukmu wahai Saudara/i-ku…
Maafkan kami jika kami mengabaikanmu…
Maafkan kami jika kami belum “sempat” menemuimu untuk menyampaikan da’wah ini..
Maafkan kami jika karena kelalaian dan kelambanan kami dalam da’wah engkau menjadi korban dalam “peperangan” ini…

Di tengah keprihatinan atas kejadian tadi sore di warung makan
Yogyakarta, 22 Safar 1432 H
Wednesday, January 26, 2011
8.45 p.m.

Haafizhah Kurniasih

2 thoughts on “Jangan Pacaran Sembarangan!

    • Betul sekali memang jadi muhasabah diri, jangan-jangan memang dakwah kita belum optimal mbak,jazakillah kisahnya @__@

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s