Perempuan Bicara Kosmetik

Tulisan ini tidak akan membicarkan hasil survey terkait kosmetik yang dilakukan kepada para perempuan. Tulisan ini hanya berisi pandangan saya sebagai perempuan tentang kosmetik. Subyektif banget kan ya? Biarin! Blog–blog saya juga! So, jangan minta pustaka ya… Apalagi nekat men-sitasi tulisan ini untuk bikin tulisan lain semacam laporan praktikum atau makalah atau tulisan ilmiah. Tulisan ini sama sekali kagak level unuk di-sitasi. Hehehe…

Sebelum kita membicarakan kosmetik lebih jauh, kita samakan dulu definisi tentang kosmetik. Apa itu kosmetik? Dalam catatan kuliah saya disebutkan bahwa kosmetik adalah sediaan farmasi yang ditujukan untuk diaplikasikan pada berbagai permukaan tubuh seperti kulit, kuku, rambut, bibir, daerah genital bagian luar, gigi, dan membran mukosa di rongga mulut untuk memberikan efek lokal dengan tujuan memperbaiki penampilan, menutupi bau yang tidak sedap, dan merawat agar bagian tubuh tersebut tetap dalam keadaan baik secara penampilan. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa kosmetik hanya memberikan efek lokal dan tidak mempengaruhi sistem fisiologis sehingga haram hukumnya kosmetik bekerja secara sistemik (diabsorbsi ke pembuluh darah). Kalau diabsorbsi dan mempengaruhi / memanipulasi sistem fisiologis, sudah tidak bisa dikatakan sebagai kosmetik tetapi disebut sebagai kosmesetika.

Kosmetik sendiri dapat digolongkan menjadi kosmetik dekoratif, kosmetik manipulative, dan kosmetik perawatan. Untuk definisinya, ya sesuai dengan namanya masing–masing. Kosmetik dekoratif adalah kosmetik yanh digunakan untuk memperindah penampilan seperti blush on, lipstick, dsb. Kosmetik manipulative adalah kosmetik yang digunakan untuk menutupi cela yang ada, misalnya menutupi jerawat (bukan menghilangkan jerawat). Sedangkan kosmetik perawatan adalah kosmetik yang ditujukan untuk merawat bagian tubuh tertentu misalnya susu pembersih, penyegar, pelembab bibir, lotion dengan anti radikal, dll. Kosmetik dekoratif dan manipulative dipakai oleh semua kalangan sedangkan kosmetik perawatan lebih banyak dipakai oleh kalangan menengah ke atas karena harganya yang relatif mahal dan efeknya yang tidak tampak secara jelas. Maklum saja, namanya juga perawatan! Efeknya ya efek jangka panjang, berbeda dengan kosmetik dekoratif begitu dipakai langsung terlihat efeknya. Misalnya ketika menggunakan blush on, secara pasti pipi akan langsung tampak memerah (kalau blush on-nya warna merah).

Kosmetik memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sediaan penghigienis badan seperti sabun. Saking dekatnya hubungan di antara mereka berdua, sampai–sampai susah dibedakan mana yang kosmetik, mana yang sediaan penghigienis badan. Bahkan, beberapa ahli akhirnya menyebut sediaan penghigienis badan sebagai kosmetik juga.

Sepakat dengan definisi di atas? Kalau sepakat, monggo kita lanjutkan obrolan kita tentang kosmetik… Kalau ga sepakat, ga usah melanjutkan baca… Hehehe…

Dengan definisi kosmetik seperti di atas, sulit rasa bagi seorang manusia yang telah mengenal peradaban untuk berlepas diri dari kosmetik. Minimal dia harus menggunakan sabun dan pasta gigi lah… Apalagi bagi perempuan. Kosmetik sudah semacam kebutuhan pokok yang bahkan untuk kalangan tertentu alokasi dana untuk kosmetik lebih besar daripada alokasi dana untuk makan. Kalau tidak percaya, silakan survey ke kamar–kamar perempuan dan kemungkinan besar kalian akan menemukan body lotion, perfume, bedak muka, bedak badan, alas bedak, lip gloss (kalau yang agak “berani” sedikit, ada lipstick berwarna), pembersih, penyegar, eye liner, mascara, blush on (ini sih ganjen banget ya?), de el el… Tapi itu bukan di kamar saya lho… Hehehe…

Lalu beralih memeriksa peralatan mandi perempuan. Sangat mungkin kalian akan menemukan sabun (setidaknya ada 3 macam sabun: sabun antiseptik, sabun kecantikan, dan sabun muka alias facial foam), kadang–kadang selain facial foam juga ada facial scrub (facial foam digunakan setiap kali mandi sedangkan facial scrub digunakan sekitar 3–7 hari sekali), lulur, pasta gigi, kadang–kadang mouth wash, sabun khusus area genital, shampoo, de el el.

Sebenarnya apa sih tujuan mereka menggunakan kosmetik sebanyak itu? Beragam alasan bisa dikemukakan tapi intinya adalah: supaya tampak cantik dan menarik! Untuk tujuan tersebut, perempuan seringkali rela menguras isi dompetnya untuk berburu kosmetik mahal karena dalam benak mereka kosmetik mahal pasti akan memberikan efek yang lebih baik daripada kosmetik murah. Padahal tidak selamanya demikian karena menurut sumber yang insya ALLAH dapat dipercaya (karena si sumber tersebut sudah lama berkecimpung di industri kosmetik), sekitar 80% (atau bahkan lebih, hampir 90%) dari harga kosmetik adalah komponen biaya untuk kemasan dan iklan (promosi). Menurut sumber yang lain, riset–riset pengembangan kosmetik lebih banyak diarahkan untuk mengembangkan kemasan yang menarik dan tampak elegan daripada untuk mengembangkan formula kosmetiknya sendiri. Hasil penelitian di Paris, pusat mode dunia (mode jahiliyah tapi…) menunjukkan bahwa sediaan pemutih kulit merek mahal memberikan efek yang sama dengan sediaan pemutih kulit murah.

Tapi kalau saya pribadi sih percaya bahwa seseorang akan terlihat lebih cantik dan menarik jika menggunakan kosmetika merek terkenal yang mahal daripada jika ia memakai kosmetika murah. Tau kenapa? Karena sesungguhnya cantik dan menarik itu ditentukan oleh kepercayaan diri sesorang. Sesempurna apa pun dandanan seseorang jika ia tidak merasa nyaman apalagi percaya diri dengan dandanannya ia tidak akan terlihat menarik. Sebaliknya, meskipun sesorang tampil “polos” tanpa kosmetik sekalipun jika ia nyaman dan percaya diri dengan penampilannya, maka ia akan terlihat menarik. Nah, di sinilah arti penting sebuah merek kosmetik (bagi para penggila merek tentunya…). Merek terkenal dan harga yang mahal akan menumbuhkan rasa percaya diri yang lebih sehingga ia akan terlihat lebih menarik. Jadi, bukan karena efek kosmetiknya melainkan karena efek psikologis dalam dirinya. Hehehe…

Jadi, para perempuan….
Kalau kalian ingin tampil cantik dan menarik, tidak perlu repot–repot memoles wajah kalian dengan berbagai macam kosmetik dekoratif yang menguras banyak biaya! Cukup kalian yakin bahwa kalian terlahir sebagai perempuan. Hayoo… kalian yakin / ga bahwa kalian perempuan? Juga percayalah bahwa manusia (perempuan dan laki–laki) telah ALLAH ciptakan dalam bentuk yang sebaik–baiknya dan secara alaminya perempuan itu cantik sedangkan laki–laki tampan. Dengan keyakinan yang demikian, insya ALLAH kalian akan tetap terlihat menarik meskipun kalian tampil “polos” tanpa kosmetik dekoratif!

Khusus untuk Muslimah, sebelum kalian memutuskan untuk memakai kosmetik dekoratif, renungkanlah kalian bersolek untuk siapa? Di hadapan siapa kalian berdandan? Siapa saja yang akan melihat kalian dengan dandanan seperti itu? Ingatlah, bahwa kalian hanya boleh bersolek di hadapan suamimu, mahrammu, dan sesama perempuan! Jangan sampai kosmetik yang kalian kenakan malah membuat kalian terkategori melakukan tabrruj.

Berhubung saya tidak suka menggunakan kosmetik dekoratif apalagi manipulative, maka mari kita bicarakan saja kosmetik perawatan dan sediaan penghigienis badan. Utamanya membicarakan bagaimana cara untuk mendapatkan efek maksimal dan meminimalisasi “efek samping” dari sediaan kosmetik yang kita pakai

Sediaan Pembersih

Sediaan pembersih, apa pun itu baik sabun badan, sabun muka, cleanser, shampoo dan lainnya memiliki fungsi utama untuk menghilangkan kotoran–kotoran yang menempel di kulit. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap saat kulit senantiasa mengeluarkan “kotoran – kotoran” dari dalam tubuh seperti keringat, minyak, dan “soil” (ga tau kenapa orang bule’ nyebutnya soil). Jadilah permukaan kulit kita penuh kotoran. Belum lagi jika kita hobi berada di luar ruangan yang banyak polusi. Kotoran–kotoran tersebut memiliki sifat yang berbeda – beda, terutama terkait dengan kelarutannya. Ada yang larut air, ada pula yang larut dalam lipid (bahasa sederhananya “minyak”). Untuk membersihkannya, kita tidak cukup hanya dengan menggunakan air saja (karena pasti kotoran yang larut lipid tidak akan terbawa). Lebih tidak mungkin lagi jika kita nekat membersihkannya dengan minyak, apalagi minya jelantah. Hehehe… Maka, kita perlu membersihkannya dengan sesuatu yang bisa menyatukan air dan minyak, itulah dia zat yang biasa disebut sebagai surfactant, emulgator, dsb. (maka, seharusnya peribahasa “bagaikan air dan minyak” telah berubah maknanya ya? Hehehe…). Inilah kandungan utama dalam sediaan pembersih.

Kasus pertama: shampoo. Fungsi shampoo adalah membersihkan lemak–lemak yang ada di kulit kepala dan rambut. Sebenarnya lemak – lemak ini ada gunanya yaitu untuk mencegah kulit kepala mengalami kekeringan. Tapi kalau kebanyakan, akan membuat kulit kepala gatal–gatal dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Oleh karenanya, lemak–lemak ini perlu dibersihkan dan bila memang diperlukan, setelah dibersihkan bisa ditambahkan kembali lemak–lemak lain untuk mencegah kekeringan kulit kepala atu rambut yang pecah–pecah. Untuk itu, selain menggunakan shampoo, seringkali perempuan juga menggunakan conditioner. Tapi kan repot ya pake dua kali? Keramas, keringkan lalu memakai conditioner. Lalu muncullah gagasan untuk menambahkan conditioner dalam shampoo sehingga bisa sekali pakai saja, lebih praktis. Namun pertanyaannya adalah mampukah shampoo membedakan antara lemak kotoran yang dihasilkan oleh kulit kepala dengan lemak buatan yang memang sengaja ditambahkan? Kira–kira tabdzir / ga tuh sediaan seperti itu?

Kasus Kedua: sabun. Baik sabun muka maupun sabun badan intinya sama. Cara kerjanya juga mirip dengan shampoo hanya berbeda pada tempat penggunaannya saja. Pada dasarnya, penggunaan sabun dapat mengakibatkan kulit kehilangan kelembaban alaminya. Nah, untuk meminimalisasi efek negatif tersebut dan menjaga kelembaban alami kulit, biarkan kulit kita kontak cukup lama dengan air. Tidak harus berendam di bath tube untuk membiarkan kulit berlama–lama kontak dengan air. Hal ini bisa dilakukan dengan mengeringkan kulit pasca mandi dengan handuk yang lembut dan jangan digosok, cukup ditempel–tempelkan saja sebagaimana ketika kita mengeringkan kulit bayi setelah dimandikan. Selain itu, jangan pernah mengusapkan sabun (juga shampoo) langsung ke kulit. Basahi dulu dengan air dan busakan sabun di puff atau tangan, baru usapkan dengan lembut ke seluruh kulit.

Oiya, tambahan. Untuk penggunaan tiap hari (apalagi untuk muka), gunakan sabun biasa saja. Jangan yang mengandung scrub. Sabun dengan scrub cukup digunakan paling sering 3hari sekali saja. Fungsi scrub sebenarnya adalah untuk “melukai” kulit sehingga lapisan terluar kulit yang berisi sel–sel kulit mati dapat terkelupas. Jika terlalu sering menggunakan scrub, bisa–bisa sel–sel kulit matinya sudah habis tetapi kita masih saja melukai kulit, akibatnya kulit bisa iritasi.

Kasus Ketiga: Pasta gigi dan mouth wash. Selain detergen sebagai surfaktan, pasta gigi juga mengandung zat abrasive untuk membersihkan kotoran membandel yang menempel pada gigi. Namun, seringkali karena saking membandelnya dan juga sulit dijangkau sikat gigi, masih banyak saja kotoran yang menempel di sela–sela gigi. Untuk membersihkannya biasa digunakan mouth wash dan biasanya mengandung alkohol (dalam hal ini ethanol). Nah, saya sarankan buang jauh – jauh mouth wash yang mengandung alkohol. Pertama, karena alasan aqidah! Bagi seorang Muslim alkohol adalah khamr yang haram hukumnya. Apalagi diaplikasikan di rongga mulut yang rawan tertelan. Alasan kedua karena alkohol akan menyebabkan mulut kering.

Kasus Keempat: Sabun area genital bagian terluar. Gunakan hanya bila benar–benar perlu saja! Jangan sering–sering menggunakannya karena dapat mengubah pH daerah itu sehingga keseimbangan flora alaminya terganggu.

Untuk sementara, ini dulu pandangan saya tentang kosmetik yang bisa saya ceritakan. Kapan–kapan mungkin bisa disambung lagi kalau niat. Hehehe…

Tegal, 24 Rajab 1432 H
Friday, June 24, 2011
08.17 p.m.

Haafizhah Kurniasih

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s