Selamatkan Revolusi Timur Tengah dari Tangan Barat, Si Pembajak!

Sejak awal tahun 2011 lalu, kawasan Timur Tengah memanas. Bahkan, deisebut–sebut tidak ada kawan lain di dunia yang pernah bergejolak sepanas gejolak Timur Tengah yang dimulai awal tahun lalu dan masih berlangsung hingga kini. Seluruh dunia pun menatap dengan penuh perhatian, kecemasan, dan perhatian ke arah Timur Tengah. Gejolak ini ini diyakini akan membawa angin perubahan yang cukup kencang bagi dunia. Apa yang sebenarnya terjadi di Timur Tengah? Dan ke arah mana angin perubahan itu bertiup?
Pemicu Gelombang “Revolusi”
Gelombang besar itu dipicu oleh aksi bakar diri seorang pedagang sayur bernama Mohammed Bouazizi sesaat setelah dirinya dilarang berdagang oleh aparat di Tunisia. Aksi ini menyulut kemarahan warga yang memang sudah lama merasakan kezhaliman penguasa. Rakyat yang telah muak menyaksikan arogansi serta ketidakpedulian penguasa pun merespon dengan tuntutan kesejahteraan dan keadilan. Penguasa Tunisia, Ben Ali pun tumbang.
Peristiwa ini menginspirasi aksi serupa di berbagai negara Timur Tengah lainnya yang juga telah muak dengan sistem pemerintahan dictator dan sekuleristik yang diterapkan selama ini. Berawal dari Tunisia, gelombang ini menyeret Mesir yang akhirnya melengserkan Hosni Mubarak. Dilanjutkan dengan Suriah dan Libya. Gelombang di Libya bahkan menewaskan Muammar Kaddafi dalam keadaan hina. Penguasa Suriah dan Yaman kini tengah menunggu giliran untuk digulingkan paksa.
Dari sini terlihat bahwa gelombang tuntutan perubahan yang terjadi di Timur Tengah dilatarbelakangi oleh dorongan emosional karena perasaan tertindas. Gelombang yang terjadi ini belum dilandasi oleh kesadaran aqidah yang benar. Karena berlandaskan dorongan emosional, maka gelombang ini mudah ditumpangi oleh siapa pun. Dan dalam hal ini Barat adalah pihak yang paling berpeluang untuk menunggangi bahkan membelokkan arah gelombang tuntutan ini. Karena Baratlah satu–satunya pihak yang mengemban ideologi dalam skala negara yang kuat.
Ancaman Pembajakan Revolusi oleh Barat
Barat membajak gelombang revolusi timur tengah dengan berbagai jalan, antara lain: memanfaatkan politisi boneka, utang, intervensi militer, propaganda Islam moderat, dan perang opini di media masa.
a. Memanfaatkan Politisi Boneka
Menempatkan politisi boneka merupakan salah satu cara yang sering dimainkan oleha Barat untuk mengendalikan negara–negara di dunia Islam. Dalam “revolusi” Timur Tengah ini pun Barat masih menggunakan permainan ini. Tengoklah para penguasa negeri–negeri Muslim saat ini, bisa dikatakan semua penguasa negeri–negeri Muslim saat ini adalah boneka Barat, baik dari kubu Eropa maupun kubu Amerika. Bahkan para mantan penguasa yang telah digulingkan dalam “revolusi” ini pun sejatinya adalah para boneka mereka. Setelah boneka lama ditimbangkan, mereka pun telah bersiap memasang boneka baru. Lihatlah pengganti Ben Ali: Moncef Marzouki yang selama ini menjalankan peran politiknya di Prancis . Tanyakanlah juga siapa Jenderal Sulaiman yang de facto menjadi pemimpin sementara Mesir pasca turunnya Mubarak?! Dia adalah tokoh yang sangat dekat dengan Amerika.

b. Jerat Utang atas nama Bantuan Keuangan
Barat dengan instrument lembaga keuangan dunianya selalu menggunakan tawaran manis “bantuan keuangan untuk pembangunan” guna menjerat negara–negara dunia Islam hingga negara–negara tersebut kehilangan independensinya dan tunduk pada pada arahan “pembangunan” dari Barat.
Pasca “revolusi”, Mesir dan Tunisia tengah masuk dalam jerat hutang ini dengan disetujuinya bantuan dana lebih dari 20M US $ dari Negara G–8 dengan berbagai syarat yang mematikan. Jerat hutang ini tentu saja akan membuat Tunisia dan Mesir tetap berada dalam dominasi ekonomi kapitalis ribawi. IMF pun tak ketinggalan untuk memperkuat jeratan hutang tersebut dengan memberikan utang 3M US $ berbunga 3% untuk menutup defisit APBN dan defisit perdagangan luar negeri Mesir .

c. Intervensi Militer
Intervensi Militer oleh Barat sangat jelas terlihat dalam “revolusi” Libia. Beberapa negara Eropa yang tergabung dalam NATO terlibat langsung dalam sandiwara mendukung perjuangan ummat menggulingkan Kaddafi. NATO yang didominasi oleh Prancis mengerahkan tentara bersenjata untuk membantu pihak oposisi menggulingkan Kaddafi. Dalam waktu beberapa bulan, tentara oposisi Libya yang didukung NATO berhasil memenangkan pertarungan dengan tewasnya Muammar Qhadafi pada Jum’at (21/10) lalu .
Bantuan Barat dalam penggulingan Kaddafi sejatinya hanyalah untuk mewujudkan keipentingan Barat, bukan untuk membantu rakyat Libya meraih apa yang diinginkannya. Kepentingan Barat menggulingkan Kaddafi setidaknya ada dua, yakni membalas dendam kepada Kaddafi yang selama ini dianggap belum cukup membayar ganti rugi bagi korban peledakan pesawat Lockerby serta untuk menguasai minyak Libya yang sangat berlimpah2.
d. Propaganda Islam Moderat
Barat menyadari bahwa perasaan keislaman ummat Islam masih terlalu tinggi untuk ditentang secara terang–terangan atau dengan ide–ide liberal yang vulgar. Tetapi Barat juga tidak rela membiarkan kaum Muslimin memegang Islamnya. Maka, Barat pun memformulasikan strategi untuk mengelabui ummat sehingga ummat merasa masih memegang Islam tetapi sejatinya apa yang ummat pegang bukanlah Islam. Untuk tujuan ini, Barat mempromosikan Islam moderat dan menyokong partai–partai Islam moderat untuk mendapatkan dukungan ummat. Lihatlah partai–partai berlabel Islam yang ada di berbagai negara Muslim saat ini. Bagaimanakah hubungan meraka dengan Barat? Dalam konteks “revolusi” Timur Tengah, lihatlah siapa pemenang pemilu Mesir? Pemenang pemilu Mesir diyakini oleh banyak pengamat akan tetap melakukan kerja sama dengan kelompok–kelompok sekuler untuk meredam kekhawatiran di dalam negeri dan negara–negara Barat tentang bangkitnya Islam di Mesir .
e. Perang Opini di Media Massa
Barat dengan penguasaan modalnya yang luar biasa besar sanggup mengendalikan arus informasi yang beredar di media massa. Media massa yang ada seperti televisi, warta digital, Koran, radio, dsb tidak selalu menayangkan realitas apa yang sebenarnya terjadi secara objektif tetapi mereka selalu menanyangkan apa yang mereka inginkan. Sebagai contoh, selama ini media selalu mewartakan bahwa para pengunjuk rasa dalam gelombang “revolusi” itu menuntut demokratisasi tanpa pernah ada satu pun yang media massa (kecuali media massa milik ormas atau partai Islam) yang mewartakan adanya tuntutan penerapan syari’ah Islam. Padahal faktanya, tuntutan tersebut selalu ada dalam setiap arus revolusi Timur Tengah ini. Hal ini seperti yang terjadi pada Jumat 18 November 2011 di Lapangan Tahrir ketika ribuan demonsran mengibarkan arroya sebagai symbol keinginan mereka untuk hidup di bawah naungan Islam . Demikian juga dengan berbagai seruan kepada Islam yang diserukan Tunisia, Suriah, dan lainnya .
Adanya pembajakan arah “revolusi” Timur Tengah bukan hanya sebatas prasangka buruk kaum Muslimin terhadap Barat saja, melainkan juga pengakuan Barat sendiri. Mantan MenLu AS era Goerge W. Bush; Condoleezza Rice memperkenalkan sebuah istilah “Timur Tengah Baru” pada tahun 2006. Program “Timur Tengah Baru” ini bertujuan untuk melemahkan rezim berkuasa dan dan mengantarkan kelompok oposisi ke tampuk kepemimpian . Tujuan utama dari proyek ini adalah menciptakan Timur Tengah yang baru, yang tunduk dan patuh pada Amerika dengan kedok penyebaran demokrasi di wilayah Timur Tengah .
Akibat pembajakan ini, maka wajar jika hingga saat ini—setelah hampir satu tahun gelombang “revolusi” berjalan—ummat belum juga mendapatkan apa yang mereka tuntut. Yang terjadi hanyalah pergantian kepemimpinan tanpa disertai perubahan yang berarti dalam sistem pemerintahannya. Tentu saja hal ini tidak akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan ummat. Besar kemungkinan jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka yang akan terjadi di Tunisia, Mesir, Libya, dan lain – lain ttidak akan jauh berbeda dengan apa yang pernah terjadi di Indonesia pasca reformasi 1998 yang menumbangkan rezim Soeharto dan membawa Indonesia ke dalam keterpurkan yang semakin memprihatinkan saat ini.
Selamatkan Revolusi!
Jika ummat menginginkan perubahan yang akan membawa ke keadaan yang lebih baik, maka perubahan yang dilakukan harus memenuhi 2 (dua unsur); pertama menjadikan Islam secara utuh sebagai panduan ideologis dalam kehidupan bernegara, dan yang kedua menolak segala bentuk intervensi asing dalam kehidupan bernegara2. Selama ummat tidak memenuhi kedua unsur ini dalam perjuangan “revolusi”–nya, maka ummat tidak akan mendapatkan apa–apa dari setiap tetes darah yang terkucur dan dari setiap nyawa yang terkorbankan. Akan tetapi, ummat tidak akan pernah dapat memenuhi kedua unsur tersebut sebelum mereka memahami Islam secara utuh sebagai sebuah agama sekaligus ideologi.
Maka, inilah tugas kita untuk memahamkan ummat tentang ideologi Islam yang dengannya ummat akan menjadi semakin cerdas dalam melihat setiap peristiwa terjadi dan tidak mudah dikelabui apalagi dikendalikan oleh Barat yang sangat memusuhi Islam. Menyadarkan ummat di segala lini karena revolusi itu digerakkan oleh semua kalangan. Menyadarkan ummat di setiap wilayah karena Islam adalah untuk seluruh dunia…

Yogyakarta, 11 Safar 1433 H
Thursday, January 05, 2012
9.51 p.m.

Haafizhah Kurniasih

====
Disampaiakan dalam “Diskusi Progresif” Eksakta UGM

1. http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=169154:-tokoh-oposisi-duduki-kursi-ben-ali&catid=16:internasional&Itemid=29
2. Al –Wa’ie No. 136 Tahun XII, halaman 9–12
3. http://sacafirmansyah.wordpress.com/2011/10/22/revolusi-timur-tengah-dan-kepentingan-dunia-barat/
4. http://www.tempo.co/read/news/2012/01/04/115375246/Pemilu-Mesir-Ikhwanul-Muslimin-Tetap-Unggul
5. http://syabab.com/akhbar/ummah/2147-panji-panji-khilafah-berkibar-di-pusat-revolusi-mesir-tahrir-square-perubahan-menuju-khilafah-semakin-dekat-f.html
6. Al – Wa’ie No. 129 Tahun XI, Mei 2011 halaman 26–26
7. http://www.tribunnews.com/2011/02/27/revolusi-timur-tengah-didalangi-amerika
8. http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/39350-kerusuhan-bentukan-as-untuk-ciptakan-qtimur-tengah-baruq.html

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s