Jangan Biarkan Masyarakat Kembali ke Era Represif!

Jangan Biarkan Masyarakat Kembali ke Era Represif!
BERNAS 28 Maret 2013

RUU Ormas tampak benar–benar menjadi prioritas DPR di antara sekian banyak RUU lain yang mangkrak. Meskipun mendapatkan penolakan dari berbagai pihak, DPR tetap ngotot untuk mengesahkannya paling lambat 12 April 2013. Penolakan berbagai pihak itu bukan tanpa alasan. Pasalnya RUU ini ditengarai dapat menjadi alat represi a la Orde Baru yang akan membungkam suara kritis masyarakat. Lebih dari itu, RUU ini berpotensi menimbulkan banyak masalah hukum dalam implementasinya.

Spirit represi untuk mengekang masyarakat pada RUU Ormas ini tertuang dalam definisi Ormas, asas, syarat pendaftaran, pengaturan bidang kegiatan, larangan dan sanksinya. Definisi ormas yang sangat umum dan mencakup segala perkumpulan selain parpol menunjukkan adanya keinginan untuk mengontrol hampir semua dinamika organisasi di masyarakat. Hal itu akan tampak jelas ketika cakupan definisi ini dihubungkan dengan ketentuan pendaftaran ormas, pengawasan ormas, sanksi dsb.

RUU Ormas ini juga berpotensi mengekang hak politik masyarakat karena pada pasal 7 RUU ini disebutkan ruang lingkup kegiatan ormas yang tidak mencakup bidang politik. Artinya, Ormas dilarang melakukan kegiatan politik, seperti mengkritisi kebijakan pemerintah baik melalui selebaran, bulletin, seminar, maupun demonstrasi serta aktivitas politik lainnya. Jika RUU ini disahkan, tentu akan mematikan sikap kritis masyarakat yang pada gilirannya dapat memandulkan fungsi kontrol masyarakat pada pemerintah. Akibatnya, peluang penguasa berbuat sewenang–wenang terbuka lebar karena ketiadaan kontrol masyarakat.

Kecurigaan bahwa RUU ini mengandung spirit represif dan akan menjadi alat penguasa dalam membungkam lawan–lawan politiknya semakin menguat karena banyak pasal multi tafsir; misalnya ormas dilarang melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan dan keselamatan
Negara, menyebarkan permusuhan, memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam RUU ini tidak dijelaskan definisi dan parameter dari masing–masing larangan tersebut. Di sisi lain, pemerintah dapat memberikan sanksi kepada ormas yang dianggap melanggar mulai dari surat teguran hingga pembekuan sementara. Berdasarkan apa pemerintah mengeluarkan sanksi tersebut jika tidak ada definisi dan parameter yang jelas? Maka, tentu saja pemerintah dapat menggunakan definisi dan parameternya sendiri untuk memberikan sanksi kepada ormas yang tidak disukainya.

Dari beberapa poin di atas, tampak jelas jika RUU ini disahkan akan menarik kita kembali ke masa Orde Baru yang represif dan pemerintahan yang anti kritik. Masa itu telah menorehkan luka dan kenangan buruk bagi masyarakat. Belum lekang dari memori masyarakat tentang petrus (penembakan misterius), penculikan para aktivis, dan sederet ketidakadilan yang menimpa para aktivis yang dikenal vokal mengkritik kebijakan penguasa. Masyarakat telah mengorbankan banyak keringat, air mata, darah, dan nyawa untuk keluar dari era represif tersebut. Lalu, akankah kita akan menyia–nyiakan pengorbanan tersebut dan membiarkan masyarakat kembali terpenjara dalam represifnya penguasa? Mari lindungi masyarakat, tolak RUU Ormas!

Tegal, 15 Jumadil Awwal 1434 H
Wednesday, March 27, 2013

Khafidoh Kurniasih., S.Farm
Aktivis Muslimah HTI

One thought on “Jangan Biarkan Masyarakat Kembali ke Era Represif!

  1. Metrotvnews.com, Padang: Berbagai komponen masyarakat sipil Sumatra Barat meminta DPR membatalkan rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Bila tetap disahkan, koalisi masyarakat sipil bersiap melakukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s