Kontroversi Kontes Kecantikan

Kontroversi Kontes Kecantikan
HarJo 13 April 2013
Rencana digelarkan ajang Miss World 2013 di Indonesia menimbulkan pro kontra dari banyaka kalangan. Pihak yang pro beralasan bahwa ajang Miss World adalah sarana yang efektif untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia Internasional yang dengannya diharapkan dapat menarik para investor asing untuk berinvestasi sekaligus menarik para turis untuk berkunjung. Ini adalah alasan yang sangat janggal. Seorang investor tidak akan semudah itu memutuskan berinvestasi di sebuah negara hanya karena negara itu sudah dikenal karena pernah menjadi tuan rumah Miss World akan tetapi keputusan berinvestasi dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya infrastruktur, SDM, SDA, dll.

Lebih dari itu, dukungan keikutsertaan perempuan Indonesia dalam kontes kecantikan dunia dengan alasan untuk meningkatkan jumlah turis pun terlalu dibuat–buat. Pasalnya, beberapa negara yang pernah memenangkan kontes kecantikan dunia itu justru mengalami penurunan jumlah turis. Sebut saja Venezuela (pemenang Miss Universe 2008 dan 2009) justru mengalami penurunan 3%, bahkan Kanada (pemenang tahun 2005) terus menurus mengalami penurunan jumlah turis yang drastis sejak tahun 2005 hingga 2008.

Penolakan terhadap penyelenggaraan Miss World juga bukan tanpa alasan. Seperti halnya kontes kecantikan lainnya, Miss World adalah simbol eksploitasi tubuh perempuan demi kepentingan ekonomi. Di balik setiap kontes kecantikan selalu ada kepentingan bisnis pakaian dalam, pakaian renang, kosmetika, rumah mode, atau salon kecantikan. Pesertanya diperlakukan bak manekin pakaian yang berlenggak–lenggok memamerkan keindahan tubuhnya untuk mendongkrak penjualan pakaian dan kosmetika yang dikenakannya.

Meskipun dibalut dengan berbagai kriteria yang mengesankan komprehensivitas penilaian terhadap perempuan yang meliputi kecerdasan, kepribadian, serta kecantikan, sejatinya semua itu hanyalah pemanis saja karena penilaian utama tetaplah kecantikan dan kemolekan tubuh. Dalam waktu yang sedemikian singkat, mungkinkah dapat menilai kecerdasan dan kepribadaian seseorang? Apalagi jelas–jelas persyaratan pesertanya seputar usia, tinggi badan, berat badan, dan ukuran–ukuran tubuh lainnya. Kontes kecantikan semacam ini juga dinilai sebagai ikon bahkan promosi pornografi dan eksploitasi.

Lebih dari itu, penyelenggaraan Miss World di Indonesia tentu sangat menyakiti masyarakat yang mayoritas Muslim karena jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Meski tanpa bikini, aksi mempertontonkan kemolekan tubuh perempuan di hadapan jutaan mata adalah pelecehan terhadap kaum perempuan yang dimuliakan dalam Islam. Maka, sungguh sangat tidak bijak jika pihak–pihak terkait tetap membiarkan final Miss World berlangsung di Indonesia. Selain karena menyakiti ummat Islam, juga tidak memberikan keuntungan apa pun bagi Indonesia, bahkan cenderung mempropagandakan kepornoan.

Yogyakarta, 2 Jumadits Tsani 1434 H
Thursday, April 11, 2013
8.12 p.m.

Khafidoh Kurniasih., S.Farm
Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s