Saatnya Bersatu, #TolakMissWorld

Tolak Miss WorldUntuk pertaman kalinya, Indonesia akan menjadi tuan rumah final Miss World. Oleh sebagian kalangan, ini merupakan sebuah prestasi membanggakan bagi Indonesia karena dipercaya untuk menyelenggarakan event besar dunia. Event ini pun dipercaya sebagai sarana promosi kepariwisataan yang efektif. Tak heran jika mereka menyambutnya dengan begitu antusias. Segala upaya mereka lakukan untuk menyukseskan kontes ratu sejagad ini, mulai dari penayangan iklan yang massif, road show panitia ke ormas–ormas Islam hingga meminta dukungan “ulama”.

Namun di sisi lain, event yang sedianya akan digelar pertengahan hingga akhir Sepetember tersebut menuai banyak penolakan. Penolakan itu utamanya datang dari elemen ummat Islam. Penolakan ini sangat dapat dimaklumi mengingat sudah menjadi rahasia umum bahwa kontes kecantikan ini tidak lain merupakan bentuk eksploitasi perempuan. Banyak pihak menilai Miss World dan kontes kecantikan sejenis telah merendahkan martabat perempuan karena menakar perempuan sebatas keindahan fisiknya semata dan memperlakukannya bagaikan manekin berjalan demi mendongkrak penjualan fashion, rumah mode, kosmetik, serta salon kecantikan.

Miss World dan Citra Indonesia

Terlepas dari isu eksploitasi perempuan, Miss World memang tidak layak diselenggarakan di Indonesia, negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Sebagaimana diketahui, syariat Islam mengajarkan agar perempuan menutup auratnya dan laki–laki menahan pandangannya. Sementara itu, adalah hal yang kasat mata bahwa Miss World adalah ajang mempertontonkan aurat perempuan di hadapan jutaan pasang mata, laki–laki dan perempuan. Bahkan menjadikan aurat sebagai aspek paling dominan dalam penilaian. Hal ini berarti Miss World telah secara nyata tidak menghargai, bahkan melawan syariat Islam, agama mayoritas penduduk negeri ini.

Selain itu, predikat Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar membuat Indonesia kerap dianggap sebagai representasi sikap ummat Islam atas suatu isu / peristiwa. Jika Miss World sukses digelar di Indonesia, maka dunia akan menganggap bahwa ummat Islam merestui kontes aurat tersebut. Hal ini akan menginspirasi negara–negara berpenduduk Muslim lainnya untuk menggelar dan / atau berpartisipasi dalam kontes serupa. Ini bukanlah asumsi atau klaim kosong, tetapi benar–benar telah terbukti dengan keikutsertaan Brunei Darussalam dalam Miss World tahun ini. Sebelumnya Brunei tidak pernah berpartisipasi dalam Miss World, tetapi mulai tahun ini karena diadakan di Indonesia, Brunei mengirimkan kontestannya.

Patutlah kiranya kita mengkhawatirkan ancaman Rasulullah: “…Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun”. (HR. Muslim no 1016)

…Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar sepatutnya Indonesia memberikan contoh kepada dunia bagaimana seharusnya Muslim bersikap atas sebuah peristiwa. Muslim Indonesia perlu memberikan contoh kepada dunia bagaimana sikap ummat Islam terhadap “demonstrasi kemaksiyatan” seperti ajang Miss World ini, yaitu tegas menolak. Dunia harus mengetahui bahwa ummat Islam tidak akan tinggal diam jika syari’at agamanya diinjak–injak, apalagi secara demonstratif di negerinya sendiri.

Jika ummat Islam Indonesia berhasil menggagalkan kontes Miss World ini, niscaya dunia akan melihat ketegasan, kesolidan, dan kekuatan ummat Islam. Dengan demikian, siapa pun akan berfikir seribu kali untuk menggelar kontes serupa di negeri–negeri Muslim lainnya. Hal ini sedikit / banyak membantu melindungi generasi muda Muslim dari serangan budaya yang dilakukan Barat melalui “kampanye ketelanjangan”.

#TolakMissWorld

Ummat Islam di Indonesia sejatinya memiliki kekuatan yang besar untuk dapat menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh digelar di negeri ini. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana tahun lalu kita (ummat Islam) berhasil menggagalkan konser Mother Monster Lady Gaga, padahal saat itu tiket telah habis terjual. Kita pun pernah mengusir tokoh lesbian Irsyad Mandji, padahal saat itu dia telah menginjakkan kakinya di Yogyakarta tetapi karena penolakan ummat Islam yang begitu kuat, dia pun memilih untuk membatalkan seminar yang sedianya akan digelar di UGM.

Mungkin masih ada yang pesimis kita bisa membatalkan kontes Miss World karena panitia telah mengantongi izin penyelenggaraan dari pemerintah. Maka saya ingatkan betapa dengan kekuatan yang kita miliki, kita bahkan bisa mempengaruhi keputusan pemerintah. Tentu kita masih ingat beberapa saat yang lalu kita berhasil menekan pemerintah dan DPR untuk merevisi total RUU Ormas yang dikhawatirkan akan membungkam daya kritis masyarakat. Dengan kekutan opini yang kita miliki, kita dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh pihak–pihak terkait.

Kunci kekuatan kita, ummat Islam adalah ketika kita kompak, bersatu. Sebagaimana ketika menyikapi rencana konser induk monster, semua ummat Islam sepakat untuk menolaknya. Akhirnya, si induk monster urung datang ke negeri ini. Begitu pun ketika kita bersatu menolak Irsyad Mandji, kita sepakat untuk menolaknya, hasilnya kita berhasil membuat Irsyad Mandji angkat kaki dari tanah Jogja sebelum sempat menularkan virus kesesatannya di kalangan intelektual UGM. Kali ini pun, kita pasti bisa membatalkan kontes aurat ini asalkan kita bersatu, kompak menyuarakan penolakan kita. Mari, satukan suara #TolakMissWorld!

Tegal, 9 Syawwal 1434H
Khafidoh Kurniasih., S.Farm., Apt.
Aktivis Muslimah HTI

One thought on “Saatnya Bersatu, #TolakMissWorld

  1. Pingback: Saatnya Bersatu Menolak Miss World - Syariah Publications

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s