Menonton para Pendekar

Menonton Para Pendekar

“Ketika pendekar dengan pendekar bertarung, maka yang bukan pendekar harap tahu diri: cukup nonton saja. Silakan jika ingin memberikan yel–yel dukungan kepada pendekar jagoannya tapi jangan sampai menghina dina atau mengolok–olok pendekar lainnya! Sadar kapasitas diri bukan oendekar!”

Pertama kali saya membaca nasihat semakna dengan itu beberapa bulan lalu di status Facebook seorang Musyrif (Pembina halqah–pen.). Tanpa menunggu waktu lama, saya pun membubuhkan jempol saya di sana. Tepat sekali nasihat itu….
Banyak sekali kita jumpai orang–orang yang bukan pendekar, bahkan murid pendekar pun bukan merasa layak menyejajarkan diri dengan para pendekar. Sibuk mengomentari kekurangan–kekurangan para pendekar, bahkan sampai menghinanya. Ah, bingung saya lagi ngomongin apa?

Sebenarnya saya cuma ingin ngomongin tentang adab terhadap orang berilmu dan kemampuan “bercermin” atas kapasitas diri. Saya sedih ketika mendengan dan membaca orang–orang dengan ringannya mengolok–olok para ulama hanya karena tidak sependapat dengannya. Ada yang memelesetkan nama seorang ulama menjadi “Fulan NanDurja”, “Nabihani”, dan sebagainya. Bahkan ada yang dengan lancangnya menyebut para ulama dengan sebutan–sebutan yang tak pantas semisal “Lelaki tua tak berguna”, “Si Bodoh Tak Berakal” dan sejenisnya. Mereka berlaku demikian hanya gara–gara para ulama itu menyatakan sesuatu yang tidak sejalan dengan pendapat mereka. Padahal para ulama yang direndahkan itu mengeluarkan pernyataan dengan dasar ilmu yang mumpuni, dalil yang kuat dan analisa yang tajam. Sementara mereka? Ilmu belum sampai, dalil modal copy paste, analisa? Au ah gelap….  Astaghfirullaah…. Di manakah penghormatan terhadap orang berilmu yang telah ALLAH angkat derajatnya?

Saya kemudian ingat dengan pelajaran SMP tentang teori asal usul kehidupan. Dikatakan bahwa di dunia ini pernah berkembang dua teori: Abiogenesis (makhluk hidup berasal dari benda mati) dengan tokohnya Aristoteles dkk yang kemudian terbantahkan oleh Louis Pasteur dkk dengan teori Biogenesis melalui kaldu dalam tabung leher angsanya. Meskipun kedua teori tersebut bertentangan 100% dan terbukti salah satunya salah, tetapi tidak pernah kita mendengar ada yang berani mengatakan Aristoteles bodoh atau olok–olok lainnya. Baik kalangan terpelajarnya maupun kalangan siswa–siswi SMP seperti saya pada waktu itu. Pun sekarang ketika para biologist masih sibuk berdebat apakah virus termasuk makhluk hidup atau benda mati, belum pernah saya mendengar seorang pun mengolok–olok orang yang berbeda pendapat dengannya. Kerena semuanya menyadari bahwa para pemilik pendapat itu masing–masing adalah orang berilmu yang bicara dalam kapasitasnya masing–masing, yang patut dihormati.

Tidak bisakah kita bersikap demikian kepada para ulama agama ini? Hargai pendapat mereka yang lahir dari kedalaman ilmu, kekuatan hujjah, dan ketajaman analisis mereka masing–masing. Jika pun terjadi perbedaan pendapat yang tajam dan kita melihat salah satunya lebih kuat daripada yang lain, cukup ambil saja yang kuat itu tanpa disertai pelecehan dan penghinaan terhadap yang lainnya.

Bukan tidak boleh mengkritisi pendapat para ulama. Boleh, dan itu biasa dilakukan para ulama terhadap ulama lainnya. Tetapi kritik itu dilakukan dengan ilmu sebagaimana mereka pun berpendapat dengan ilmu. Kalau kita punya ilmunya, punya hujjahnya, punya kemampuan analisisnya, ya silakan kritisi. Tapi… tetap dengan adab sebagaimana para ulama pun melakukannya dengan adab. Ingatlah, ALLAH saja meninggikan derajat para ulama masak kita berani merendahkan ulama?
Yogyakarta, 17 Ramadhan 1435 H
Tuesday, July 15, 2014
2.40 p.m.

Haafizhah Kurniasih

Bagaimana Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s